Setiap manusia tentunya bercita-cita untuk masuk surga. Namun tidak setiap yang mendambakan surga, kelak akan mendapatkannya; karena surga memiliki kunci untuk memasukinya. Barang siapa berhasil meraihnya di dunia; niscaya ia akan merasakan manisnya kenikmatan surga kelak di akhirat, sebaliknya berang siapa gagal merengkuhnya, maka ia akan tenggelam dalam kesengsaraan siksaan neraka.
4 kunci ini telah Allah ta'ala insyaratkan dalam surat al-'Ashr. Sedemikian agungnya surat ini, sampai-sampai Imam Syafi'i berkata, "Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah atas para hamba-Nya melainkan hanya surat ini, niscaya itu telah cukup".
4 kunci tersebut adalah
1. Ilmu
Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu agama, yaitu ilmu yang berlandaskan al-Qur'an dan Hadits dengan pemahaman para sahabat Nabi Sallallahu 'Alaihi Wa sallam.
Ilmu yang dibutuhkan oleh seorang insan untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama, wajib hukumnya untuk dicari oleh setiap muslim dan muslimah.
Di antara beragam disiplin mata ilmu agama, yang seharusnya mendapatkan prioritas pertama dan utama untuk dipelajari dan didalami terlebih dahulu oleh setiap muslim adalah : ilmu tauhid. Karena itulah pondasi Islam dan inti dakwah seluruh Rasul dan Nabi (Qs. 16:36)
2. Amal
Perjalanan suci seorang hamba setelah memiliki ilmu belum usai, namun masih ada fase sakral yang menantinya; yaitu mengamalkan ilmu yang telah ia miliki tersebut. Ilmu hanyalah sarana yang mengantarkan kepada tujuan utama yaitu amal.
Demikian urutan yang ideal antara dua hal ini;ilmu dan amal. Sebelum seorang beramal ia harus memiliki ilmu tentang amalan yang akan ia kerjakan, begitu pula jika kita telah memiliki ilmu, kita harus mengamalkan ilmu tersebut.
Seorang yang memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya akan dicap menyerupai orang-orang yahudi, dan mereka merupakan golongan yang dimurkai oleh Allah ta'ala. Sebaliknya orang-orang yang beramal namun tidak berlandaskan ilmu, mereka akan dicap menyerupai orang-orang nasrani, yang merupakan golongan tersesat (Qs. 1:7)
3. Dakwah
Setelah seorang hamba membekali dirinya dengan ilmu dan amal, dia memiliki kewajiban untuk melihat kanan dan kirinya, peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Kepedulian itu ia apresiasikan dengan bentuk menularkan adan mendakwahkan ilmu yang telah ia raih dan ia amalkan kepada orang lain.
Inilah kunci ketiga yang akan mengantarkan seorang hamba ke surga. Namun seseorang tidak dibenarkan untuk langsung meloncat ke fase ketiga ini (yakni dakwah) tanpa melalui dua fase sebelumnya (yakni ilmu dan amal); karena jika demikian halnya ia akan menjadi seorang yang sesat dan menyesatkan ataupun menjadi seorang yang amat dibenci oleh Allah ta'ala.
4. Sabar
Kesabaran amat dibutuhkan setiap insan ketika mencari ilmu, mengamalkan dan mendakwahkannya;karean tiga fase ini tidak ringan dan penuh dengan tantangan.
Ya inilah 4 kunci masuk surga, semoga Allah ta'ala, melimpahkan taufiq-Nya kepada kita semua untuk bisa meraihnya, amiiin.
4 kunci ini telah Allah ta'ala insyaratkan dalam surat al-'Ashr. Sedemikian agungnya surat ini, sampai-sampai Imam Syafi'i berkata, "Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah atas para hamba-Nya melainkan hanya surat ini, niscaya itu telah cukup".
4 kunci tersebut adalah
1. Ilmu
Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu agama, yaitu ilmu yang berlandaskan al-Qur'an dan Hadits dengan pemahaman para sahabat Nabi Sallallahu 'Alaihi Wa sallam.
Ilmu yang dibutuhkan oleh seorang insan untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama, wajib hukumnya untuk dicari oleh setiap muslim dan muslimah.
Di antara beragam disiplin mata ilmu agama, yang seharusnya mendapatkan prioritas pertama dan utama untuk dipelajari dan didalami terlebih dahulu oleh setiap muslim adalah : ilmu tauhid. Karena itulah pondasi Islam dan inti dakwah seluruh Rasul dan Nabi (Qs. 16:36)
2. Amal
Perjalanan suci seorang hamba setelah memiliki ilmu belum usai, namun masih ada fase sakral yang menantinya; yaitu mengamalkan ilmu yang telah ia miliki tersebut. Ilmu hanyalah sarana yang mengantarkan kepada tujuan utama yaitu amal.
Demikian urutan yang ideal antara dua hal ini;ilmu dan amal. Sebelum seorang beramal ia harus memiliki ilmu tentang amalan yang akan ia kerjakan, begitu pula jika kita telah memiliki ilmu, kita harus mengamalkan ilmu tersebut.
Seorang yang memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya akan dicap menyerupai orang-orang yahudi, dan mereka merupakan golongan yang dimurkai oleh Allah ta'ala. Sebaliknya orang-orang yang beramal namun tidak berlandaskan ilmu, mereka akan dicap menyerupai orang-orang nasrani, yang merupakan golongan tersesat (Qs. 1:7)
3. Dakwah
Setelah seorang hamba membekali dirinya dengan ilmu dan amal, dia memiliki kewajiban untuk melihat kanan dan kirinya, peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Kepedulian itu ia apresiasikan dengan bentuk menularkan adan mendakwahkan ilmu yang telah ia raih dan ia amalkan kepada orang lain.
Inilah kunci ketiga yang akan mengantarkan seorang hamba ke surga. Namun seseorang tidak dibenarkan untuk langsung meloncat ke fase ketiga ini (yakni dakwah) tanpa melalui dua fase sebelumnya (yakni ilmu dan amal); karena jika demikian halnya ia akan menjadi seorang yang sesat dan menyesatkan ataupun menjadi seorang yang amat dibenci oleh Allah ta'ala.
4. Sabar
Kesabaran amat dibutuhkan setiap insan ketika mencari ilmu, mengamalkan dan mendakwahkannya;karean tiga fase ini tidak ringan dan penuh dengan tantangan.
Ya inilah 4 kunci masuk surga, semoga Allah ta'ala, melimpahkan taufiq-Nya kepada kita semua untuk bisa meraihnya, amiiin.

0 Response to "4 Kunci Masuk Surga"
Post a Comment